Teknologi

Bagaimana cara kerja printer DTG?

Printer Direct to Garment sering dikenal dengan istilah printer DTG. DTG adalah teknologi printing yang digunakan industri percetakan dan garmen dengan memanfaatkan teknologi inkjet.

Teknologi inkjet ini menggabungkan teknologi printhead berbasis material piezoelektrik dan tinta khusus tekstil yang kemudian diterapkan langsung (direct) dan diserap oleh kaos.

Sekarang ini, penggunaan Printer DTG sangatlah populer di dunia bisnis khususnya dibidang industri Apparel dan garmen, karena printer ini memiliki keunggulan dibanding metode lainnya seperti bisa mencetak kaos dengan resolusi tinggi, hasil yang awet, proses cepat dan membutuhkan biaya produksi yang murah untuk cetak satuan.

Tentu saja, printer ini menjadi terobosan baru bagi para pelaku bisnis Apparel dan garmen untuk bisa memproduksi kaos sablon dengan kualitas baik dan proses yang cepat.

Mengenal bagian-bagian dan prinsip kerja dari printer DTG penting dilakukan agar kita dapat mengatasi masalah yang sering terjadi pada bagian mekanik printer seperti APG, Printhead, Sensor CR dll. Dengan memiliki pengetahuan ini, akan mempermudah kita mengetahui penyebab kerusakan printer dan segera mengetahui cara untuk memperbaikinya.

Bagian-Bagian Printer DTG

Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja printer DTG, kalian wajib mengenal komponen penting printer DTG. Komponen printer DTG terdiri atas 2 bagian yaitu rangkaian carriage dan rangkaian mekanik.

Rangkaian Carriage

Rangkaian carriage terdiri dari beberapa bagian seperti:

  1. Printhead
    Printhead adalah komponen yang sangat penting dalam printer. Printhead berfungsi untuk menyemburkan tinta pada kaos saat proses printing. Tolak ukur kualitas printer ditentukan oleh komponen yang satu ini. Oleh kerena itu, jika terjadi masalah pada komponen ini maka dipastikan proses print akan mengalami kegagalan atau kualitas printing yang kurang baik.
  2. Damper
    Komponen printer yang berisi tinta berfungsi sebagai tempat menampung tinta sementara. Fungsi utamanya adalah menstabilkan tekanan aliran tinta, mem-filter tinta dan juga menghilangkan air bubble atau masuk angin.
  3. Rumah Carriage
    Kotak yang berfungsi sebagai rumah buat printhead dan damper.

Rangkaian Mekanik

Rangkaian mekanis printer DTG terdiri dari

  1. Motor carriage atau motor CR
    Motor CR terletak disisi kanan printer dan diatas komponen pompa pembuangan. Motor CR berfungsi untuk menggerakan carriage ketika printer sedang mencetak atau saat melakukan head cleaning.
  2. Motor PF atau motor penggerak paper feed
    Motor penggerak ini yang memberi perintah ke roller untuk menggerakkan kertas ke dalam printer dan menjalankan perintah cetak.
  3. Motor APG (Auto Platen Gap)
    Motor APG terletak disebelah kiri printer yang didalamnya terdapat satu motor, dua sensor dan gear. Motor ini berfungsi untuk mengatur secara otomatis jarak antara kertas dengan head pada saat melakukan pencetakan. 
  4. Motor Pompa
    Motor ini terletak disebelah kanan printer dan terletak dibawah printhead. Motor pompa berfungsi sebagai penyedot sisa-sisa tinta pada printhead dan menyedot tinta pada saat melakukan proses head cleaning.
  5. Motor ASF (Auto Sheet Feeder)
    Paper tray/feeder, Hampir semua printer inkjet memiliki tray untuk meletakkan kertas. Motor ASF berfungsi untuk menarik kertas saat printer melakukan pencetakan.
  6. Sensor encoder CR
    Sebagai code yang dibaca oleh sensor optic pada print carriage untuk menentukan kecepatan dan posisi print atau mengatur jalannya carriage.
  7. Cap Unit
    Cap unit terletak diantara printhead dan motor pompa yang berbentuk bak kecil persegi berwarna hitam. Pada saat proses head cleaning, tinta yang disemprotkan dari print head terlebih dahulu ditampung dibagian Cap unit dan kemudian disedot oleh pompa untuk dibuang.
  8. Timing belt
    Sebuah sabuk yang menghubungkan motor stepper dengan printhead agar bisa bergerak.
  9. Roller
    Sekelompok alat penggulung/roller akan menarik kertas dari tray atau feeder and melepaskan kertas saat rangkaian printhead siap untuk pekerjaan selanjutnya. Roller ini yang menggerakkan kertas.
  10. Power Supply
    Untuk model printer sekarang sudah menggunakan standar power supply yang berada di dalam printer itu sendiri.

Sebuah printer beroperasi berdasarkan gabungan seperangkat mechanic part yang dikontrol oleh papan sirkuit. Mechanic part ini yang berguna untuk menggerakan perangkat mekanik printer agar sesuai dengan perintah papan sirkuit. Cara kerja sebuah printer sampai proses pencetakan kaos akan dijabarkan sebagai berikut.

Cara kerja printer DTG

Sama halnya seperti printer pada umumnya, printer DTG juga menggunakan motor DC dan motor stepper sebagai sumber geraknya.

Printer DTG terdiri dari beberapa komponen motor DC seperti motor CR (Carriage), motor PF (Paper Feed), motor APG (Auto Platen Gap), sedangkan komponen motor stepper printer DTG terdiri dari motor pump dan motor ASF (Auto Sheet Feeder).

Pada prinsipnya, baik motor DC maupun motor stepper sama-sama dicatu dengan tegangan DC untuk memperoleh medan magnet. Motor stepper memiliki fungsi penting sebagai torsi penahan, yang memungkinkan motor stepper menahan posisinya yang berguna untuk aplikasi motor stepper dalam memerlukan keadaan start dan stop.

Perbedaannya, bila motor DC memiliki magnet tetap pada stator, motor stepper mempunyai magnet tetap pada rotor.

Secara teknis, cara kerja printer dimulai saat mengklik tombol print pada komputer, kemudian aplikasi perangkat lunak akan mengirimkan data yang akan dicetak ke printer driver. Driver lalu menerjemahkan data yang dikirimkan menjadi data yang diterima oleh printer dan printer siap melakukan pencetakan.

Operasi printer inkjet secara horizontal menggunakan motor CR untuk menggerakan printhead ke kanan dan ke kiri, sedangkan operasi pergerakan kertas/kaos diatur oleh motor PF. Dalam proses pencetakan, control circuit akan mengaktifkan motor pengerak PF untuk mengerakan Tray.

Motor ini akan mengaktifkan roll setelah kaos dimasukan, kemudian printhead menggunakan timing belt akan berpindah posisi ke kanan dan ke kiri untuk melakukan proses cetak.

Motor CR berhenti sepersekian detik memberi waktu printhead untuk menyemprotkan tinta pada kaos sebelum berhenti bergerak. Pergerakan ini terjadi sangat cepat dan kontinyu. Printhead menyemprotkan warna tinta CMYK dengan nilai tetap sesuai dengan perintah sehingga didapatkan warna tinta yang diinginkan.

Setelah percetakan selesai, printhead diposisikan di sisi lain diluar area kaos. Motor penggerak PF akan mendorong kaos hingga kembali ke tray dan percetakan selesai. Hasil percetakan kaos menggunakan printer DTG bisa kita lihat seperti gambar diatas. Kaos memiliki warna yang tajam dan kualitas gambar kaos beresolusi tinggi.

Demikian penjelasan sederhana mengenai cara kerja printer DTG dan bagian-bagiannya. Dengan mengetahui prinsip kerja DTG beserta komponennya, setidaknya kita menjadi tahu dimana letak bagian printer yang error dan segera bisa melakukan perbaikan. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *