Mengenal Komposisi Kimia Tinta Printer DTG

Printer rakitan DTG menjadi terobosan baru di industry percetakan tekstil, karena memiliki keunggulan dalam proses efisiensi, pengunaan yang mudah, biaya murah dan ramah lingkungan.

Bisnis kaos printing telah berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir ini sehingga menciptakan peluang baru khususnya bagi para desainer, pengusaha percetakan dan konsumen.

Salah satu teknologi yang sangat penting selain mesin printer adalah tinta.

Tinta pertama kali ditemukan sekitar tahun 2500 sebelum masehi, saat orang-orang Mesir dan Cina menemukan sisa karbon yang terbuat dari minyak kemudian dicampur dengan pelarut air atau permen karet yang digunakan untuk keperluan menulis, mencetak dan lain-lain. Sejak saat itu inovasi tinta semakin berkembang pesat hingga saat ini.

Semua jenis tinta memiliki karakteristik yang berbeda ditentukan oleh dua sifat ini, yaitu kohesi dan adhesi. Kohesi adalah kemampuan tinta untuk bersatu atau mengikat molekul yang sama sedangkan adhesi mengacu pada kekuatan tinta untuk menempel pada bahan yang berbeda seperti misalnya substrat dalam hal ini kaos.

Kedua sifat ini penting untuk dipahami karena menentukan kemampuan tinta dalam mendistribusikan partikel pigmen ke seluruh media kontinunya.

Gaya intramolekul yang ada di dalam partikel pigmen dalam medium dan gaya intermolekul di antara partikel pigmen secara signifikan mempengaruhi kekuatan kohesi dan kemampuan menempel antara partikel pigmen dan substrat.

Tinta printer DTG pada umumnya tersusun atas dua komponen yaitu base/basis dan colorant/pewarna.

Base mengacu pada medium dimana pewarna dilarutkan atau didispersikan, sedangkan colorant/pewarna mengacu pada jenis pewarna yang dilarukan dalam medium/base. Contoh colorant seperti pewarna reaktif, pewarna organik/polimer dan pigmen.

Tahukah kamu? Sekarang terdapat 4 jenis zat warna yang secara komersil digunakan sebagai tinta printer DTG, masing-masing dikategorikan berdasarkan kemampuan cetak terhadap bahan tertentu. Zat warna ini meliputi pigmen, pewarna reaktif, pewarna dispersi dan perwarna asam.

Zat warna pigmen digunakan untuk semua bahan apapun itu, sedangkan pewarna reaktif hanya bisa digunakan untuk bahan tertentu seperti katun, sutra, wol dan linen.

Pewarna dispersi hanya khusus digunakan untuk bahan polyester dan pewarna asam digunakan untuk bahan nilon, sutra, wol dan kulit.

Nah, untuk printer DTG sendiri sering kali menggunakan jenis tinta pigmen atau water based inks. Dimana zat warna pigmen terdiri dari warna cyan, magenta, yellow & black atau sering disingkat sebagai CMYK yang merupakan proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan.

Selain mengandung pigmen, tinta printer DTG juga mengandung komposisi bahan lain yang disebut ‘vehicle‘ atau bahan tambahan seperti pengubah pH, humektan untuk memperlambat pengeringan, resin polimer untuk memberikan sifat mengikat, zat pembasah seperti surfaktan untuk mengontrol sifat permukaan, biocides untuk menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab kotoran, dan sebagai pengental.

Warna CMYK yang digunakan pada printer DTG termasuk zat warna yang dapat diuraikan spektrumnya sehingga dapat dilihat oleh mata seperti halnya warna MEJIKUHIBIU.

Akan tetapi, warna hitam tinta bukan termasuk pigmen karena benda hitam sepenuhnya menyerap semua warna dari spektrum yang terlihat dan tidak satupun warna dapat direfleksikan ke mata. Berbeda dengan warna putih yang merupakan warna karena merefelksikan semua warna dari spektrum cahaya yang bisa terlihat oleh mata.

Komposisi tinta hitam printer DTG berasal dari karbon hitam yang mana dulu menggantikan spinel black, rutile black dan iron black sebagai bahan bakunya.

Sedangkan komposisi tinta putih berasal dari material semikonduktor yaitu material titanium dioksida. Titanium dioksida (TiO2) sebagai pigmen mengantikan pigmen anorganik berbahaya seperti kromium, molybdenum dan cadmium karena bersifat karsinogenik dan zat yang beracun.

Kenapa digunakan titanium dioksida sebagai pigmen putih karena TiO2 memiliki tingkat toksisitas yang rendah juga memberikan warna putih dengan kecerahan yang baik. Selain itu, TiO2 memiliki sifat proteksi terhadap paparan sinar ultraviolet, memiliki stabilitas dan daya tahan yang tinggi.

Demikianlah penjelasan mengenai komposisi tinta printer DTG yang dapat kalian pahami dan dijadikan referensi. Semoga bermanfaat!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *