Dasar DTG

Mengenal Mesin Printer DTG. Pemula Wajib Tahu!

Teknik printing kaos dengan printer DTG masih tergolong baru di Indonesia. Sebagian besar orang awam di Indonesia umumnya masih asing dengan istilah printer DTG. Tapi bagi mereka yang sudah berkecimpung di dunia industri percetakan dan garmen, pasti sudah akrab dengan nama ini. Printer jenis DTG (Direct To Garment) adalah printer yang menggabungkan teknologi Print Head berbasis Piezo Element dan menggunakan tinta khusus untuk tekstil.

Printer DTG adalah terobosan terbaru pada penyablonan kaos. Dengan menggunakan mesin ini, orang-orang bisa membuat kaos sablon dengan mudah dan cepat tanpa kerumitan. Hanya tinggal memasang kaos yang akan disablon pada tatakan atau platen Printer DTG tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pemanasan agar tinta tekstil pada kaos mengering. Mekanisme kerja Printer DTG adalah sama dengan printer inkjet yang telah kita kenal.

Printer DTG dapat digunakan untuk mencetak gambar ke permukaan kaos dengan hasil yang beresolusi tinggi. Jenis kain yang umumnya digunakan adalah kain 100% katun atau minimal 50% campuran katun. Kain katun mempunyai karakter mudah menyerap tinta tekstil yang memang water based. Mesin printer ini menjadi terobosan baru untuk memudahkan para pelaku industri garmen dalam memproduksi sablon kaos. Dengan mesin printing DTG kita bisa mencetak kaos satuan, tanpa batasan komposisi warna, hasil sablon yang awet (selama proses Pretreatment dan Pemanasannya benar) dan proses yang lebih cepat dibanding tipe sablon lainnya. Biaya produksinya juga semakin rendah karena harga tinta tekstil semakin rendah. Meskipun demikian penggunaan mesin printer DTG ini tetap membutuhkan perawatan yang baik dan konsisten untuk menjaga kinerjanya tetap optimal.

Printer DTG Lokal vs Printer DTG Impor

Di pasaran sekarang ini, ada 2 jenis printer DTG yang ditawarkan, yaitu printer impor (branded-built-up dan rakitan import) dan printer rakitan lokal. Printer tipe built-up adalah printer DTG yang memang dirancang dari awal untuk printing kaos. Badan mesin, sistem mekanik tatakan dan sistem pengaliran tinta dirancang khusus dari awal. Contoh tipe built-up seperti Kornit, Brother GT Series, Epson F Series, Aeoon, Ricoh Anajet dan seterusnya. Sedangkan printer rakitan (atau nama lainnya DIY DTG untuk yang non-branded) adalah mesin printer DTG yang umumnya hasil modifikasi dari printer kertas Epson atau setidaknya menggunakan print head dari printer kertas Epson. Contoh printer rakitan import terkenal diantaranya Freejet, Viper, BelQuette, Katana, BajuJet dan lain-lain. Sedangkan printer rakitan lokal yang cukup terkenal diantaranya Printer DTG rakitan dari vendor Hobby Print, Bengkel Print, Hygmatic, EasyPrint dan lain-lain.

Cara Merawat Printer DTG

Di bisnis DTG ada hukum yang berlaku umum dimana SPEED = MAINTENANCE. Untuk menjamin printer DTG bekerja optimal, perawatan mesin adalah keharusan. Tantangan terbesar di DTG adalah tinta putih, baik printer rakitan maupun printer built-up dari Brand besar punya potensi kendala yang sama di tinta putih. Kita harus tahu bagaimana cara merawatnya dengan benar dan teliti. Nah, perawatan DTG itu tidak terlalu sulit sebenarnya, selama kita mengerti langkah- langkahnya dan konsisten. Berikut beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam merawat printer DTG:

  1. Suhu ruangan yang disarankan untuk menyimpan mesin printer ini adalah 16˚C sampai 30˚C, dengan kelembaban relatif (RH) antara 40% sampai 60%. Ruangan yang terlalu panas akan membuat mainboard, komponen motor dan Print Head menjadi mudah panas. Ruangan yang bersuhu tinggi dengan kelembaban relatif yang rendah juga cenderung membuat tinta putih mudah menguap sehingga mengental dan viskositas tinta putih naik. Kondisi ini dapat mempesar potensi print head mampet.
  2. Melakukan Head Cleaning secara rutin. Jangan lupa pula untuk melakukan Nozzle Check sebelumnya. Dua hal ini penting agar hasil cetak yang didapatkan tetap stabil. Selalu kocok larutan tinta putih satu jam sekali sebelum melakukan pencetakan agar hasilnya berkualitas.
  3. Melakukan perawatan rutin dengan cara membersihkan printer. Bagian- bagian yang perlu dibersihkan antara lain wiper blade, capping station, encoder strip, bagian bawah printhead (nozzle plate dan keliling printhead), dan belt print carriage. Jika tidak dilakukan, sisa- sisa tinta yang tertinggal dan kotoran dapat menyebabkan gangguan operasional pada printer. Alhasil, kualitas printing-nya menurun.
  4. Atur jarak antara kaos dengan permukaan printer. Standar umumnya sekitar 2-3 cm antara platen/tatakan dan permukaan printhead. Jarak yang terlalu dekat menyebabkan permukaan print head menjadi kotor karena bulu-bulu halus dari kaos. Bulu-bulu dan kotoran yang menempel di permukaan printhead akan menutup lubang nozzle, sehingga semburan tinta tidak maksimal. Parahnya, bulu, kotoran dan sisa-sisa tinta di permukaan printhead akan menyebabkan seringnya Auto Cleaning yang menguras tinta dan memakan waktu.
  5. Atur posisi tabung infus tinta sejajar dengan permukaan printhead. Hal ini bertujuan untuk melancarkan dan menstabilkan distribusi tinta dari tabung infus menuju ke printhead, sehingga warna pada cetakan tetap tajam. Untuk printer DTG rakitan berbasis R1390, cara terbaik untuk mengukur posisi ideal tabung tinta adalah dengan membandingkan posisi tabung Ink Tank original di Epson L1800.

Kelebihan dan Kelemahan Pengunaan Printer Kaos DTG

Pengusaha di bisnis DTG dengan pengalaman minimal 1 tahun akan sangat tahu kelebihan dan kekurangan mesin printer DTG. Meski kelihatannya sempurna karena tidak harus melakukan cetak secara manual, tetap saja ada plus minus-nya. Berikut ini beberapa kelebihan dan kelemahan printer kaos yang dapat kita ketahui.

Kelebihan Printer DTG

Sesuai dengan namanya, DTG berarti direct to garment. Metode kerjanya berarti printer dapat langsung mencetak gambar atau tulisan pada kaos dan tentunya gambar yang dihasilkan pun beresolusi tinggi. Hal ini berarti, printer ini dapat mempercepat proses produksi tanpa batasan warna desain, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Berikut ini kelebihan lain dari printer DTG.

  • Hasil cetak yang bagus. Hal ini dapat kita bandingkan sendiri pada kaos yang kita beli. Hasil cetak dapat merata dan tajam serta mempunyai resolusi tinggi seperti yang sudah disebutkan di atas. Bandingkan dengan hasil sablon manual yang mungkin warna yang dicetak berubah ketika sudah disablonkan pada kaos. Di samping itu, hasil cetaknya halus dan dapat meresap sehingga awet. Kaos pun dapat dicuci berkali-kali tanpa khawatir gambar akan hilang atau luntur.
  • Tidak perlu menggunakan transfer paper seperti pada metode hot press. Transfer paper ini sebenarnya kertas khusus yang digunakan untuk mencetak gambar yang akan dicetakkan pada kaos. Setelah gambar dicetakkan pada transfer paper, gambar akan dipress pada kaos menggunakan hot press. Cara ini kelihatannya mudah tetapi yang jadi masalah adalah harga transfer paper yang cukup mahal sehingga biaya proses produksi pun menjadi mahal. Di samping itu, mesin press kaos harganya juga cukup mahal. Kita pun harus mengeluarkan biaya lebih untuk listrik yang dibutuhkan oleh mesin press kaos. Dengan menggunakan printer DTG, semua biaya itu tentunya dapat dihemat.
  • Karena hemat biaya dan waktu, pengusaha kaos dapat menerima order tanpa batasan warna desain. Desain pun juga dapat dilakukan sesuka hati karena printer DTG dioperasikan oleh komputer. Program komputer seperti Corel Draw misalnya dapat digunakan untuk memperlancar proses produksi menggunakan printer DTG.

Kelemahan Printer DTG

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula dengan printer DTG. Di samping mempunyai banyak kelebihan, printer DTG juga mempunyai beberapa kelemahan. Berikut ini beberapa kelemahan printer DTG yang perlu Kita ketahui.

  • Printer DTG (khususnya yang tipe rakitan) kurang cocok untuk produksi massal (desain sama). Perlu kita ketahui bahwa ada banyak tipe printer DTG. Beberapa di antaranya mempunyai kecepatan yang baik untuk mencetak gambar dalam 1 kaos, tetapi untuk produksi massal tentu saja tidak. Kita justru akan membuang banyak waktu mencetak kaos massal menggunakan printer DTG.
  • Tidak untuk semua jenis kain. Beberapa kain seperti 100% kain katun atau minimal 50% campuran katun cocok untuk mesin printer DTG ini. Tetapi beberapa jenis kain selain katun mungkin tidak, tergantung tipe printer DTG itu. Kita harus berhati-hati ketika akan mencetak kaos dengan bahan selain katun pada printer DTG.
  • Karena sebenarnya merupakan printer modifikasi, printer DTG rawan sekali bermasalah. Tak ada solusi untuk mengatasi ini kecuali kita benar-benar merawatnya sepenuh hati. Harga yang mahal (asli) belum tentu bebas masalah. Jadi berhati-hatilah ketika membeli printer DTG ^^

Semoga penjelasan tentang printer DTG ini membuat para pemula atau siapapun yang berminat masuk ke bisnis DTG bisa lakukan persiapan dan perencanaan lebih matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *