Pahami Sistem Aliran Tinta, Printer DTG akan Lebih Awet

Printer DTG – tidak bisa lepas dari komponen-komponen yang saling terintegrasi dan bekerja satu sama lain sehingga mampu melakuka n serangkaian perintah seperti pencetakan gambar dan warna dengan resolusi yang baik.

Salah satu komponennya adalah sistem aliran tinta yang penting untuk dipahami agar kita mengetahui masalah yang sering diakibatkan karena penyumbatan pada selang printer. Hal ini juga akan membuat printer DTG lebih awet.

sistem aliran tinta

Komponen yang berperan dalam sistem aliran tinta meliputi tabung tinta, damper dan selang tinta. Komponen ini berperan menjaga proses aliran tinta agar tetap kontinu dan bergerak tanpa hambatan.

Selain berkontribusi dalam aliran tinta, sistem tinta juga berperan dalam menyuplai aliran tinta secara laminer yang mengikuti jalur selang dan berperan juga sebagai tempat jalannya tinta dari tabung menuju printhead. Oleh karena itu, bagian ini harus dikontrol dengan baik agar terjadinya penyumbatan selang dapat dicegah.

Bagaimana sistem kerja aliran tinta printer?

Pada printer DTG rakitan, tinta mengalir karena adanya perbedaan ketinggian antara tabung dan printhead. Ya murni karena adanya beda ketinggian dan sedikit tarikan dari piezo elemen di printhead. Beda ketinggian tabung dan printhead tidak boleh terlalu besar.

Posisi tabung tidak boleh terlalu tinggi dibandingkan head, juga tidak boleh lebih rendah dibandingkan head. Karena tenaga pendorong tinta ini sebenarnya sangat kecil, maka tidak boleh ada pressure drop yang dikarenakan sumbatan dibeberapa titik/tempat. Titik sumbatan bisa ada di dasar tabung, konektor ke damper, filter damper, tiang manifold, printhead dan ink channel di dalam printhead.

Bisa jadi ada sumbatan besar di salah satu titik atau beberapa sumbatan sekaligus yang secara keseluruhan membuat aliran tinta terhambat.

Nah, pertanyaannya dari mana sumbatan itu?

Kemungkinan berasal dari tinta putih printer DTG, karena tinta putih menggandung material TiO2 yang memiliki massa jenis tinggi. Material ini memiliki karakteristik mudah mengendap dan mengering (material yang sama dipakai untuk cat putih) apabila berada di atas suhu kamar (28 derajat celcius).

Jika persediaan tinta putih dan tinta yang ada di printer tidak disimpan dengan baik di suhu KAMAR maka tinta putih tidak mengalir/ bersirkulasi dengan baik, seringnya mengendap dan berpotensi gumpal. Akhirnya menyebabkan terjadinya penyumbatan.

Penyebab lain yang biasa di alami yaitu debu yang masuk dalam jumlah banyak (resiko yang bisa muncul kalau pakai tabung CISS Retrofit lubang besar).

Bagaimana tahu ada sumbatan dan bagaiama cara mengatasi nya?

Mungkin bisa dicoba trik berikut.

Coba test print menggunakan kaos bekas. Posisi tabung diangkat lebih tinggi pakai tangan. Apakah tintanya keluar? Angkat lagi lebih tinggi lagi, apa ada tetesan tinta keluar?

Apabila saat tabung diangkat, tinta keluar dan netes. Hal ini kemungkinan terdapat sumbatan di tabung sampai inlet damper. Kalau tabung diangkat dan terus dinaikkan ketinggiannya, tapi belum lancar dan tidak netes, kemungkinan besar ada sumbatan di filter damper, tiang manifold atau di ink channel printhead.

Sumbatan di dampar dan printhead pada umumnya akan menimbulkan PRESSURE DROP lebih besar dibandingkan sumbatan di tabung dan selang karena ukurannya yang relatif kecil.

Demikian penjelasan mengenai sistem aliran tinta printer yang perlu untuk dipahami agar printer DTG lebih awet. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *